Diskriminasi Disabilitas di Tempat Kerja dan Pembenarannya

Diskriminasi adalah dosa terhadap kemanusiaan. Ironisnya, masyarakat kita menyaksikan segudang insiden yang jelas mendiskriminasi individu. Diskriminasi atas dasar kecacatan, warna kulit, ras, jenis kelamin, status perkawinan bertentangan dengan hak-hak sipil. Diskriminasi sangat terlihat di tempat kerja terutama dalam kasus penyandang disabilitas. Ini lebih jelas dalam kasus-kasus di mana seorang individu diskriminasi untuk cacat fisik. Diskriminasi disabilitas di tempat kerja dapat mencakup penurunan pangkat atau pemecatan karyawan tanpa klausul yang masuk akal. Hal yang sama juga dapat dicerminkan dalam perlakuan majikan terhadap individu penyandang disabilitas dalam hal perekrutan, promosi, penugasan kerja, jaminan kesehatan dan fasilitas tertentu lainnya.

Sesuai dengan pedoman tindakan diskriminasi disabilitas, pemberi kerja memiliki hak untuk memberhentikan seorang penyandang disabilitas asalkan dia tidak mampu melakukan operasi yang dapat dilakukan oleh orang lain. Namun, pada saat yang sama sangat diperlukan bahwa majikan berusaha untuk membuat perubahan di lingkungan kerjanya sehingga membuat kondisi yang cukup cocok untuk individu penyandang cacat melakukan operasi normalnya. Majikan juga dapat meminta nasihat dari lembaga pemerintah yang menyediakan layanan kesetaraan disabilitas.

Penyesuaian tempat kerja termasuk:

o Saat mewawancarai seorang tunarungu, majikan harus menyediakan juru bahasa untuk membantunya berkomunikasi dengan lancar dengan panel wawancara.
o Memodifikasi tempat kerja; misalnya, membuat landai, memodifikasi toilet, menyediakan lampu berkedip untuk memperingatkan orang-orang dengan gangguan pendengaran
o Membuat perubahan kecil dalam praktik kerja-misalnya bertukar beberapa tugas di antara staf, istirahat makan teratur untuk penderita diabetes

Sudah menjadi persepsi umum bahwa disabilitas hanyalah fenomena fisik. Sesuai data statistik, setiap satu dari enam individu menderita cacat mental. Cacat mental seringkali berasal dari faktor-faktor seperti stres, kecemasan dan gangguan tidur dan dapat berakibat fatal bagi kesehatan dan kesejahteraan karyawan. Dalam kebanyakan kasus, masalah di rumah atau bahkan masalah di tempat kerja mungkin menjadi penyebabnya. Majikan harus menangani masalah ini dengan serius dan mencoba menyelesaikannya dengan cara terbaik.
Diskriminasi Disabilitas juga termasuk dalam ruang lingkupnya

o Membuat kondisi kerja sulit bagi penyandang disabilitas dan membuat lingkungan menjadi tidak bersahabat.
o Membuat pernyataan yang menghina ketidakmampuan fisik seseorang

Jual Jari Palsu Murah

Pedoman Undang-Undang Diskriminasi Disabilitas, 1992 melarang majikan mendiskriminasi seseorang atas dasar disabilitas. Kerabat, teman penyandang disabilitas juga termasuk dalam tindakan ini. Sejak itu undang-undang tersebut mengalami modifikasi dan disempurnakan untuk melayani kepentingan penyandang disabilitas. Menurut pedoman tindakan Diskriminasi Disabilitas, 2005 adalah melanggar hukum bagi pemberi kerja untuk mendiskriminasi karyawan berdasarkan disabilitas. Selain pengusaha, Undang-Undang Diskriminasi Disabilitas berlaku pada serikat pekerja terdaftar, agen tenaga kerja dan badan-badan dengan kontrol atas profesi untuk menangani lebih banyak individu dan menghapus diskriminasi dengan lebih cepat.

Baca juga: Cara Download Lagu di Google Chrome di Laptop bersama dengan Tubidy

Leave a Comment